AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 (Upaya Mengokohkan Landasan Konstitusional Dalam Bernegara)
Rp 100.000| Stok | Pre Order |
| Kategori | Politik |
AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 (Upaya Mengokohkan Landasan Konstitusional Dalam Bernegara)
Judul : AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 (Upaya Mengokohkan Landasan Konstitusional Dalam Bernegara)
Penulis : Syahdi Firman, S.H., M.H & Muhammad Rafi, S.Sos., M.Si
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Cover : Soft Cover
SINOPSIS
Amandemen undang-undang dasar adalah tuntutan kebutuhan zaman, mengingat tidak ada satupun produk hukum buatan manusia yang dapat sesuai terus menerus dengan perkembangan zaman dalam waktu yang lama. Kendatipun undang-undang dasar di desain sebagai hukum dasar yang hanya mengatur hal-hal pokok dan fundamental dalam penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara, tetap saja keberlakuan undang-undang dasar terikat pada perkembangan sosial, politik, ekonomi yang terjadi dalam pergaulan hidup masyarakat. Fungsi-fungsi kekuasaan dan kewenangan lembaga negara yang mencerminkan trias politica akan menjadi timpang, kurang efektif dan menciptakan permasalahan ketatanegaraan yang besar jika kelemahan yang terdapat di dalam undang-undang dasar dibiarkan tanpa amandemen. Tidak dapat tidak bahwa kelemahan tersebut mesti diperbaharui dengan jalan amandemen. Keberadaan MPR misalnya, yang oleh undang-undang diinstitusionalisasikan, kemudian dilengkapi dengan jabatan struktural yang berbeda dengan pimpinan DPR ataupun DPD. Demikian pula komposisi jabatan hakim konstitusi yang sarat nuansa politis sebab model pengisiannya diusulkan oleh dua lembaga politik sekaligus (DPR dan Presiden) dan oleh MA. Padahal jika kita bicara tentang independensi hakim salah satu indikatornya pengisian jabatan hakim haruslah terbebas dari kepentingan politis. Mengingat posisi hakim konstitusi dalam menjalankan kewenangannya semisal pengujian undang-undang maupun menyelesaikan perselisihan tentang hasil pemilihan umum menjadikan hakim konstitusi terhisap dalam pusaran kepentingan elit kekuasaan sehingga kapan saja dan setiap saat harus berhadapan secara diametral dan emosional dengan DPR dan Presiden selaku pembentuk undang-undang sehingga sangat rentan intervensi politis. Oleh karena itu tidak dapat tidak pengisian jabatan hakim konstitusi harus bersih dari kepentingan partai politik. Hingga buku ini disusun gagasan bahkan rencana amandemen konstitusi terus bergulir. Karena itu mesti menjadi perhatian yang penting. Sebab jangan sampai amandemen konstitusi hanya untuk mengakomodir kepentingan politik jangka pendek yang tidak pula dapat memperbaiki sistem ketatanegaraan dan menimbulkan permasalahan ketatanegaraan yang lebih serius di masa yang akan datang.
AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 (Upaya Mengokohkan Landasan Konstitusional Dalam Bernegara)
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 470 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
Judul : JOKOWI;Dari Politik Dinasti, Politik Cawe-Cawe, Politisasi Bansos, Kualitas Demokrasi yang Makin Menurun sampai pada Politik Kekuasaan di Bidang Pendidikan Penulis : H. Masduki Duryat, M. Pd.I Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 200 Halaman Cover : Soft… selengkapnya
Rp 280.000Judul : Komunikasi Politik Orang Melayu Pada Pemilihan Kepala Daerah Penulis : JUPENDRI Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 300 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Buku ini mengenai interpretasi pemilih etnis Melayu atas pesan politik kandidat pada Pemilihan Kepala Daerah. Permasalahannya terletak pada perbedaan interpretasi… selengkapnya
Rp 380.000Judul : KONFLIK POLITIK KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM TAHUN 1803-1821 Penulis : RAVICO, M.HUM., dan ENDANG ROCHMIATUN, M.HUM Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 176 Halaman SINOPSIS Buku berjudul “Konflik Elit Politik di Kesultanan Palembang Darussalam Tahun 1803-1821”… selengkapnya
Rp 256.000Judul : Kelembagaan Penyelenggara Pemilu Daerah : Adaptasi dan Inovasi Pasca Keserentakan Penulis : Kurniawan Eka Saputra Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 191 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Buku ini mengeksplorasi dinamika kelembagaan penyelenggara pemilu di tingkat daerah, khususnya setelah pelaksanaan pemilu… selengkapnya
Rp 90.000Judul : Orde Demarkasi : Negaraku di genggaman Mafia Penulis : Aditia Hamza Ukuran : 14,5 x 21 Tebal : 89 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Setiap halaman dalam buku ini menyajikan kritik pedas atas pemerintahan dari era sang proklamator sampai bapak teori kebalikan, membahas isu-isu seperti korupsi, ketidaksetaraan, dan penindasan bahkan penjajahan… selengkapnya
Rp 70.000Judul : GANJAR : Dari Mimpi, Aksi, dan Eksekusi Penulis : IBRAHIM YAKUB Editor : Safruddin Abas Ukuran : 14,5 x 21 cm Cover : Soft Cover SINOPSIS Semua orang pasti berkeinginan untuk… selengkapnya
Rp 100.000Judul : Perang Melawan Kecurangan (Politik Pemimpin Profetik) Penulis : S u t a r t o Ukuran : 14,5 x 21 cm Cover : Soft Cover SINOPSIS Masalah kecurangan (Fraud) sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari, yang… selengkapnya
Rp 100.000Judul : Refleksi Kebangsaan Buya Syafii Maarif Melawan Percaturan Politik Identitas Penulis : Syahril Rahman Ukuran : 14 x 20 cm Tebal : 225 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Buku Refleksi Kebangsaan Buya Syafii Maarif Melawan Percaturan Politik Identitas menghadirkan uraian mengenai gagasan-gagasan kebangsaan yang menekankan pentingnya… selengkapnya
Rp 155.000Judul : Analisis Dinamika Rumor Penundaan Pemilu di Twitter Penulis : Ayu Fedriansari, S. Si, Dr. Susila Bahri, MSc, Monika Rianti Helmi, MSi, Dr. Hamidah Nasution, M.Si Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 100 Halaman Cover : Soft Cover… selengkapnya
Rp 80.000Judul : Modernisasi Birokrasi melalui Penerapan E-Government Penulis : Fandik Wijaya, S.STP. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 145Halaman Cover : Soft Cover Note : Logo Lama SINOPSIS Transformasi birokrasi di era digital melalui implementasi e-government. Modernisasi birokrasi bukan sekadar reformasi struktur dan prosedur,… selengkapnya
Rp 90.000
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.