Beranda » Umum » Menyadap Hikmah Menulis Kisah
click image to preview activate zoom

Menyadap Hikmah Menulis Kisah

Rp 177.500
Stok Pre Order
KategoriUmum
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Bagikan ke

Menyadap Hikmah Menulis Kisah

Judul                  :  Menyadap Hikmah Menulis Kisah

Penulis            :  Yohanes Joni Liwu,S.Pd

Ukuran            : 14,5 x 21 cm

Cover              : Soft Cover

 

 

SINOPSIS

 

Berbeda dengan antaologi esai lainnya, buku ini  berisi esay dari berbagai tema. Tema sosial, budaya, juga tema-tema pendidikan, atau bahkan tema-tema yang hangat dibicarakan. Beberapa pertimbangan di antaranya yakni bahwa sesuatu yang variatif tentu akan lebih “menyulut” minat baca. Betapa tidak, jika  sebuah buku hanya menyajikan sebuah tema bukan tidak mungkin akan menjenuhkan bagi pembaca-pembaca pemula. Perkembangan teknologi dengan maraknya media audio visual tak dapat disangkal menyebabkan sumber bacaan tertulis, buku misalnya, seolah ditinggalkan. Belum lagi jika tulisan-tulisan itu lebih mermotif ilmiah populer ( esai, artikel, atau feature ). Mesti diakui bahwa berkembangnya media-media sosial menimbulkan kecenderungan seseorang menggunakan gadget untuk mengakses berbagai hal. Termasuk mengakses bahan bacaan. Dengan demikian, kampanye gerakan literasi tekhsusu literasi dasar ( membaca dan menulis ) harus disiasati agar kampanye tersebut beriring dengan mencintai buku. Tentu dengan membaca buku.

 

Alam pikiran saya terbawa ke sana, dalam artian menyajikan sebuah buku bacaan dengan tema bervariatif. Hal itu memungkinkan pembaca memilki pengetahuan bahkan mengambil hikmah dari berbagai jenis tema tulisan dalam buku berjudul Menyadap Hikmah Menulis Hikmah ini. Lebih dari itu, menurut saya hal lebih peting adalah menjadikan membaca sebagai sebuah jembatan menuju kemajuan. Sesuatu yang lumrah namun belum banyak orang memaknai hal tersebut. Kita mesti meyakini bahwa membaca itu adalah jembatan. Sesuatu yang tidak disadari bahwa tatkala membaca, keterampilan berkomunikasi ( berbicara dan menulis) diasah. Semakin banyak membaca, semakin terasah kemampun berbicara dan menulis. Jika membaca adalah proses melihat wawasan melalui jendela yang terbuka dan menjadikannya sebagai pengetahuan pribadi, maka menulis adalah suatu cara menyajikan kembali khazanah yang telah diperoleh kepada masyarakat luas.

 

Membaca memang menduduki posisi terpenting dalam kehidupan. Kemahiran membaca (reading literacy) merupakan conditio sine quanon (prasyarat mutlak) bagi

setiap insan yang ingin memperoleh kemajuan. Dengan menyajikan berbagai tema dalam kumpulan esay ini, bukan tidak mungkin dapat “ mengompori” pembaca hingga bisa mengasah keterampilan menulis. Dengannya ia bisa menulis dengan berbagai tema yang berseliweran.

 

Di buku ini dikisahkan tentang kondisi bangsa di tengah pandemi, semisal hal vaksinasi pada awalnya. Warga bangsa seolah dihadapkan pada buah “Si malakama”. Warga enggan divaksin walaupun seorang Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang divaksin. Tentang giat literasi melalui kelompok-kelompok WAG yang kemudian memacu para guru hingga bisa menulis. Tentang dongeng sebagai sebuah karya sastra yang dapat menyuguhkan nilai-nilai kemanusiaan bagi pembaca. Tentang semua kisah ketika bangsa diderai virus pandemi covid 19 sehingga semua orang harus bekerja dari rumah. Semua tersaji dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami. Tulisan-tulisan dalam kumpulan esai ini adalah sebuah aksi dari pengalaman kehidupan. Sebuah aksi kecil tentang kebaikan yang jauh lebih berharga daripada keinginan terhebat namun belum diwujudkan.

 

Mengandaikan seseorang yang menyadap nira dari pohon lontar. Ia telah bersusah payah memanjat hingga menjangkau bauh lontar. Dengan bersusah paya juga ia berupaya hingga mendapatkan nira. Nira tersebut disuguhkan untuk dinikmati. Saya menyuguhkan hasil sadapan ini dari pengelaman keseharian. Mungkin saja ide atau gagasan tersirat di dalamnya lumrah bagi sebagian orang, tetapi berguna bagi pembaca lainnya. Membaca buku ini mungkin menenangkan, menyenangkan, dan menginspirasi. Seperti seseorang sedang jatuh cinta ia sellau berbunga-bunga. Salah satu cara menjaga rasa itu dengan membaca. Selamat membaca.

 

Menyadap Hikmah Menulis Kisah

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 177 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Nurul
● online
Iva
● online
Nurul
● online
Halo, perkenalkan saya Nurul
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja