Beranda » Umum » Potret Moderasi Beragama Catatan Pengabdian Kuliah Kerja Nyata
click image to preview activate zoom

Potret Moderasi Beragama Catatan Pengabdian Kuliah Kerja Nyata

Rp 86.800
Stok Tersedia
KategoriUmum
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Potret Moderasi Beragama Catatan Pengabdian Kuliah Kerja Nyata

Judul                  : Potret Moderasi Beragama Catatan Pengabdian Kuliah Kerja Nyata

Penulis            : Arwani, SE., MAB, Nuni Oktaviani, SP., MM., Nurhidayatin Ni`Mah, Dedi Aryanto, Tatang Kusnadi,  Anis Fitriyani, Moch Sofyan Adi Wijaya, Novi Febiana, Cucun, Niah Safangatul Zannah, Nuni Qurotun Ainy, Olis Nur Aisyah, Agis Ali Hasan, Soleh Abdurrahman, Slamet Rifa’i, Aan Kunaefi, Uzlifatul Jannah, Destiyanti Kusuma Ningrum, Hamid Mahmud, Turwidi , Muhtadi

Ukuran            : 15,5 x 23 cm

Cover              : Soft Cover

 

 

SINOPSIS

 

Moderasi agama merupakan sikap beragama yang seimbang antara keyakinan terhadap agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan terhadap orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif) atau toleransi dengan penganut agama lain. Untuk menghindari sikap ekstrem dan fanatik berlebihan terhadap suatu golongan ataupun aliran serta sikap revolusioner dibutuhkan sebagai jalan tengah atau keseimbangan dalam memahami dan mempraktikkan agama (Salamah, dkk, 2020).

Konsep moderasi beragama ini harus sesering mungkin dipraktekkan dalam kehidupan bermasyarakat, baik dengan sesama pemeluk agama maupun antar pemeluk agama. Mengapa demikian ? Karena konsep ini mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berkembangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan; berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik; berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI.

Moderasi beragama adalah tanggungjawab bersama. Moderasi beragama tidak mungkin berhasil menciptakan kerukunan kalau hanya dilakukan oleh perorangan atau institusi tertentu saja seperti Kementerian Agama. Kita perlu bekerjasama dan saling bergandengan tangan, mulai dari masyarakat luas, pegiat pendidikan, ormas keagamaan, media, para politisi, dunia birokrasi, dan aparatur sipil negara.

Alhasil, moderasi beragama itu sesungguhnya adalah jati diri kita sendiri, jati diri bangsa Indonesia. Kita adalah negeri yang sangat agamis, umat beragama kita amat santun, toleran, dan terbiasa bergaul dengan berbagai latar keragaman etnis, suku, dan budaya. Toleransi ini pekerjaan rumah (PR) bersama kita, karena kalau intoleransi dan ekstremisme dibiarkan tumbuh berkembang, cepat atau lambat keduanya akan merusak sendi-sendi ke-Indonesia-an kita. Itulah mengapa moderasi beragama menjadi sangat penting dijadikan sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku, dalam beragama dan bernegara.

Buku ini bercerita tentang implementasi moderasi beragama yang dipotret oleh Mahasiswa STAIS Dharma Segeran Indramayu yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Tegalgirang Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu.

 

Potret Moderasi Beragama Catatan Pengabdian Kuliah Kerja Nyata

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 235 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Nurul
● online
Iva
● online
Nurul
● online
Halo, perkenalkan saya Nurul
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja