EKSOTIKNYA MALANG RAYA
Judul : EKSOTIKNYA MALANG RAYA
Penulis : WEINIE, dan KaDe
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Cover : Soft Cover
SINOPSIS
Malang tak se ‘malang’ namanya. Kota ini justru wilayah yang jadi dambaan banyak orang dari berbagai penjuru tanah air untuk datang dengan bermacam tujuan, baik mencari tempat pendidikan, bekerja, bertempat tinggal, maupun berwisata. Selain udara yang sejuk, penataan kota peninggalan colonial yang estetik dan penuh bunga (Garden City) sehingga menjadi destinasi utama di Jawa Timur, juga karena sejarah panjang kerajaan mashur yang meninggalkan tempat-tempat bersejarah berupa candi dan berbagai penemuan situs purbakala lainnya. Kuliner dan cemilan oleh-olehnya juga enak serta bervariasi. Obyek wisatanya juga komplit, dari wisata alam berupa gunung (Semeru dan Bromo – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang berbatasan dengan Kabupaten lain yaitu Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang), air terjun, pantai, agrowisata juga olah raga yang memanfaatkan alam seperti paralayang, arung jeram dan sejenisnya.
Mungkin yang paling diingat orang tentang Malang adalah apelnya. Penghasil apel terbesar dulu di malang adalah Kota Batu dan Sebagian wilayah Kabupaten Malang seperti Ponco Kusumo dan Gubuk Klakah yang dekat dengan area Bromo dan Semeru yang memang berhawa sangat sejuk dan cocok untuk budidaya tanaman apel. Sayangnya perubahan karena bertambahnya penduduk (local maupun pendatang akibat bekerja, bersekolah dan bertempat tinggal) yang membuat kebun beralih fungsi menjadi tempat tinggal, sarana jalan raya, obyek wisata, yang kemudian membuat kendaraan makin banyak dan macet di akhir pekan, hari raya, akhir tahun serta harpitnas (hari kejepit nasional – hari yang kejepit antara tanggal merah dan hari libur sabtu-minggu) membuat udara menjadi lebih hangat apalagi banyak pohon peneduh jalan dari jaman colonial ditebang untuk perluasan jalan, membuat buah yang sudah jadi ikon kota Malang (tepatnya di Kota Wisata Batu) ini perlahan menurun pamor maupun panennya. Ditambah lagi ‘serangan negara api’ lubernya apel impor di pasar modern seperti swalayan dan mall, lengkaplah ‘penderitaan’ apel malang untuk makin terpuruk dan tersisih di rumah sendiri layaknya anak tiri. Tapi bukan Arema (arek Malang) kalau tidak kreatif. Tingginya kunjungan wisata dan lubernya obyek wisata buatan seperti Jatm Park dan sejenisnya membuat beberapa orang kreatif membuat apel jadi dodol, minuman, keripik untuk dikemas jadi oleh oleh yang justru bernilai tinggi dan awet. Untungnya lagi, diminati dan bisa di jual hingga keluar kota bahkan keluar pulau (Bali misalnya).
Dan Malang akan selalu di kenang indahnya seperti julukannya Paris van Java, Makobu (Malang Kota Bunga) seperti yang bisa dilihat di sepanjang Jalan Ijen yang legendaris dan juga area di Kota Wisata Batu dengan ketan bubuk beserta STMJ nya yang ‘kane’ (enak)
EKSOTIKNYA MALANG RAYA
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 520 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
Judul :PENGEMBANGAN WISATA KAWASAN CANDI MUARO JAMBI Penulis : Dr. Dahmiri, S.E., M.M., Dr. Fitriaty, SE., MM., Asyhadi Mufsi Sadzali, S.S., M.A., Dr. Andang Fazri, S.T., M.M., dan Dr. Musnaini, S.E., M.M. Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 106 Halaman Cover : Soft Cover Sinopsis Metamorfosis… selengkapnya
Rp 65.000Judul : Kebijakan Pariwisata dan Pengelolaan Taman Nasional Penulis : Dr. Marthen Rummar, S.Pd., M.T. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 200 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Buku Kebijakan Pariwisata dan Pengelolaan Taman Nasional ini membahas secara komprehensif hubungan antara kebijakan… selengkapnya
Rp 200.000Judul : Konsep Dan Strategi Pengembangan Wisata Alam Kawasan Pesisir Penulis : Rahma Dewi, M. Ling. Yudi Hadiansyah, ST Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 140 Halaman Pembangunan pariwisata yang tepat guna akan memberikan dampak yang menguntungkan baik dalam perekayasaan, pengelolaan, pemasaran, maupun keuntungan lainnya yang… selengkapnya
Rp 60.000Judul : Komodifikasi Seni Pertunjukan Rakyat dalam Arus Pariwisata Modern Penulis : Indah Sugiarti, SST.Par., M.M. Par. Ukuran : 14,5 x 21 cm Cover : Soft Cover SINOPSIS Seni pertunjukan rakyat sejak lama menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi… selengkapnya
Rp 200.000Judul : Sinergi Warisan Budaya dan Pengembangan Wilayah Candi Muara Takus Penulis : Dodi Sukma R.A, S.Hut., M.Si Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 196 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Pelestarian warisan… selengkapnya
Rp 90.000Judul : Tari Baris Klemat sebagai Media Ritual dan Ekspresi Budaya Penulis : Ni Putu Putri Laksmi Dewi, S.SN., M.SN. Editor : Prof. Dr. Ni Made Ruastiti, SST., M.Si. Ukuran : 15 x 23 cm… selengkapnya
Rp 150.000Penulis : Hikmatul Aliyah, S.E., M.M. Susi Sulastri, S.P.,M.M. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 75 Halaman Cover : Soft Cover Ekowisata dewasa ini berkembang pesat seluruh dunia, termasuk berbagai wilayah di Indonesia. Perkembangan ekowisata ini disebabkan oleh adanya kesadaran dari… selengkapnya
Rp 70.000Judul : Strategi Penguatan Desa Wisata Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Penulis : Dr. Ir. I Wayan Sugiartana, S.T., M.M Ukuran : 15 x 23 cm Tebal : 200 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Buku Strategi Penguatan Desa Wisata Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan membahas… selengkapnya
Rp 130.000Judul : Kearifan Lokal dan Transformasi Sosial: Pilar Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia Penulis : Alce A. Sapulette, Elviaty H. Tauran, Edy Budi Santoso, Belly I. Kristyowidi, Agung Pramudita, Ilona Flora Salhuteru, Indri Irma Situru, Victor D. Tutupary, Vikarion K. Sinay, Simson Upuy, Theofania Andarias Gainau, Gabriela M. Yoktetimera, Venska Huwae, Friska Tamaela, Helena Lesiela,… selengkapnya
Rp 121.000Judul : Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Di Provinsi Riau Penulis : Dr. Dodi Sukma R. A., S.Hut., M.Si. Ukuran : 15 x 23 Tebal : 150 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Riau berkomitmen untuk mengembangkan pariwisatanya dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan. Bayangkan sebuah pendekatan holistik yang tidak hanya mempromosikan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi… selengkapnya
Rp 80.000
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.