Beranda » Fiksi » KAMI BICARA LEWAT CERITA: ANTOLOGI CERPEN KELAS 9B ANGKATAN KE-26 SMP NEGERI 1 PULAU BESAR TAHUN 2026
click image to preview activate zoom

KAMI BICARA LEWAT CERITA: ANTOLOGI CERPEN KELAS 9B ANGKATAN KE-26 SMP NEGERI 1 PULAU BESAR TAHUN 2026

Rp 70.000
Stok Pre Order
KategoriFiksi
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Bagikan ke

KAMI BICARA LEWAT CERITA: ANTOLOGI CERPEN KELAS 9B ANGKATAN KE-26 SMP NEGERI 1 PULAU BESAR TAHUN 2026

Judul       : KAMI BICARA LEWAT CERITA: ANTOLOGI CERPEN KELAS 9B ANGKATAN KE-26 SMP NEGERI 1 PULAU BESAR TAHUN 2026

Penulis   : Bunga Az-Zahra, Kurniawati Samhani, Putri Diah Ayu Ningrung, Azalea Noveran, Iza Tirona, Senia Eno, Nindy Silvya, Difa Ferdiansyah, Sabrina Anjelina, Eva Nuraini, Lutfi Khoirunnisa, Slamet Rizqi Nur Faqih, Muhamad Haris, Septi Rizka Ahzara, Lusi Isnaini, Nopa, Faza Taufiqul Hakim, Zaira Altrilia, Dika Pratama Atalansyah, Padli Peratama, Ari Sandi Cahyono, Muhammad Suhendi, Raffa Candra Aditiya, Dedek Sumarni, Rinaldy Afrancho, Muhammad Irfan Zulkipli, Aldi, Sai Fuddin

Ukuran   : 14 x 20

Tebal       : 128 Halaman

Cover      : Soft Cover

 

SINOPSIS

KAMI BICARA LEWAT CERITA

Karya 27 Siswa Kelas 9B Angkatan ke-26 & 1 Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Pulau Besar.

Kami anak Kelas 9B. Katanya, ujian praktik Bahasa Indonesia cuma disuruh nulis. Tapi begitu pena menyentuh kertas, yang keluar bukan jawaban. Yang keluar: hidup kami. Ada 28 suara di buku ini. 28 cara kami bicara tanpa harus teriak.

Dalam “Lampu Minyak di Ujung Kampung”, Arman membuktikan bahwa bau asap di bajunya tak mampu memadamkan cita-cita. Dihina “Si Bau Minyak”, buku dibuang ke selokan, tapi ia pulang 10 tahun kemudian sebagai guru PNS di kelas yang dulu menertawakannya. Karena lampu minyak di gubuknya ternyata lebih terang dari tawa yang ingin memadamkan mimpi.

Dalam “Mandiri Tanpa Sosokmu”, Rio, Riko, dan Karina harus belajar dewasa dalam semalam. Dari anak sultan pemilik sekolah, jadi anak bengkel yang jual aset demi bayar utang 300 miliar peninggalan Ayah. Mereka paham: warisan terbaik bukan mobil, tapi keberanian merintis dari nol tanpa sosok Ayah di sampingnya.

Dalam “3 Dibagi 2 = 1 ?”, Adnan dan Dita bingung membagi 3 ikan hasil pancingan. Solusinya bukan matematika, tapi kebersamaan. 3 ikan + 2 anak = 1 meja makan yang menyatukan 2 keluarga. Karena rezeki paling adil adalah yang dihabiskan sambil tertawa bersama.

“Kami Bicara Lewat Cerita” lahir dari ujian praktik, tapi tumbuh jadi kenang-kenangan Angkatan ke-26 untuk SMPN 1 Pulau Besar. Bukti bahwa di seragam putih biru ini, kami pernah takut, pernah jatuh, pernah kehilangan. Tapi kami memilih nulis.  Untuk adik kelas: kalau kalian bingung mau bicara pakai apa, pakailah cerita.

Karena setiap tugas yang dikerjakan dengan hati, akan jadi suara yang tak hilang meski kami sudah lulus.

SMPN 1 Pulau Besar, 2026

“Kami boleh pergi, tapi cerita kami tinggal di sini.”

 

KAMI BICARA LEWAT CERITA: ANTOLOGI CERPEN KELAS 9B ANGKATAN KE-26 SMP NEGERI 1 PULAU BESAR TAHUN 2026

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 3 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Laras
● online
Dewanty
● online
Fitri
● online
Laras
● online
Halo, perkenalkan saya Laras
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja